Laman

Senin, 06 Juni 2016

cakrawala antara fajar dan senja


ku teringat saat lantunkan lagu terakhir untukku
di pembaringanmu saat kau lemah dengan wajah layu
hanya satu yang kutahu bahwa ajal kan menjemputmu
dengan nada serak ku tuntun menuju talqinmu

isak tangis saat kau hembuskan nafas terakhirmu
duka mendera saat kau telah tiada
bulir air mata yang menghunus jiwa dalam raga
 derai kesedihan saat kau pergi tinggalkan dunia

matahari tampak enggan menggiringmu ke pemakaman
rintik air hujan yang menyapu jalan penuh erangan
perlahan namun pasti menyertaimu menuju rumahmu
lubang lahat penuh ulat dan gelap jadi sangkarmu

entah mengapa mentari tak kunjung muncul
entah menutupi tangisnya di belahan awan
meskipun fajar pagi sudah mulai menyusup hilang
namun sinarnya tak kunjung datang

satu persatu peziarah mulai uzur
pergi meninggalkan bunga yang tergugur
disusul deras air hujan yang mengguyur
namun tubuh ini masih tak mau kabur

Kamis, 26 Mei 2016

Ruang dan waktu

Aku hanyasaja kalut saat berjumpa ruang denganmu
Ingin rasanya menyapamu tapi apalah dayaku ?
Cintaku yang dibatasi ruang dan waktu..
bolehkah berucap kata manis? boleh.. asal saat itu kau denganku saja.. 
namun? disaat berhadap dengan semua orang . aku.. kau.. hanya diam takberanjak 
hanya diam tak bergeming 
Apa yang harusnya kulakukan ?
entah ? memang hanya sebatas ruang dan waktu.
tapi itu terlalu sulit. itu terlalu angkuh jika kufikirkan, 
cukup sudah membuat sakit.
jika tuhan memperbolehkan..
wahai waktu? tolong percepat masa ini, aku selalu saja ingin sediri 
karena saat aku sendiri aku dapat berjumpa lagi dengannya 
dengannya yang selalu berada dalam bayang hatiku

Rabu, 25 Mei 2016

Rindu yang tak berbalas



Ikatan, sebuah hal yang bersifat menghubungkan dan aspeknya menyeluruh.ini hanyalah sebuah cerita tentang ikatan cerita tentang sang matahari yang menunggu seseorang datang untuk menjemputnya.

Matahari terdiam sepi, sendu melihat awan yang berjalan beriringan bersama dan nampak bahagia sang matahari menghela nafas berharap atom-atom yang terdapat pada dirinya cepat habis dan akhirnya padam, matahari menghela nafas ia berharap sungguh berharap ia cepat mati.
Ia mengingat saat beberapa tahun yang lalu ia bertemu dengan seorang yang tiba-tiba datang dari kejauhan lalu mulai mendekat itu ialah bulan yang sedang mengalami fase gerhana sang matahri terpana karena ia melintas namun ia hanya diam sebuah hal yang amat disesalinya karena takdir melarangnya untuk berhubungan dengan sang bulan.
Sang matahari sangat merindukan sang bulan dalam setiap lewatnya dalam setiap inci bagian tubuh si bulan sungguh itu adalah cinta yang tulus dari sang matahari namun waktu bagi sang matahari masih sangat jauh dan matahari masih menunggu, dan menghitung setiap detik ia lewat untuk membakar setiap inci dari bagian tubuhnya berharap ia benar-benar mati agar tak tersiksa karena dirundung rindu
Setiap waktu mulai terlewati hingga akhirnya ia melewati fase dimana gerhana bertemu dan sungguh tuhan tahu rencana atas apa yang akan matahari lakuan sungguh ia tahu bahwa sang matahari akan melanggar takdirnya dan akan berbicara kepada sang bulan dan tuhan akan membiarkannya karena ia sungguh tahu bagian dari semua skenario.
Detik gerhana matahari total pun tiba, sang matahari benar melanggar janjinya menyatakan cintanya kepada sang bulan, menyatakan cintanya yang tulus namun apalah yang terjadi sang bulan hanya terpaut diam hanya diam saja dan berlalu dengan meninggalkan pertanyaan menggantung dari sang matahari dan sang matahari pun juga hanya terdiam bingung dan mulai berprasangka. sang awan yang  lewat melihat kejadian tadi hanya berkata.”ketahuilah matahari bahwasanya bulan itu mati, karena ia tak menghasilkan cahayanya sendiri ia mendapat cahaya dari sinarmu hai matahari percuma kau mengharapkannya karena ia mati.”sang matahari hanya bisa menangis tersedu-sedu.

Dan di kejauhan sang bulan pun juga menangis tersedu-sedu “sungguh maafkan aku matahari aku terikat janji dari tuhanku untuk hidup,sungguh aku tahu bahwa kau yang menghidupkanku dengan izin tuhanmu dan sinar darimu itu menghidupkanku dan menghangatkanmu,namun seperti yang kau lihat matahari. kita hanya bisa melepas rindu dengan tatapan muka kita saja”.

Senin, 23 Mei 2016

Suara Hati


kau tahu, hati itu kecil sangatlah kecil, namun meski begitu sang hati tetap menjaga kebesarannya karena ia puncak dari segala PERASAAN yang dimiliki manusia, ia tak ingin membiarkan sang mata mengeluarkan air tak sekalipun, ada sebuah hati yang dimana ia selalu menjaga perasaan miliknya yang terlatih bertahun-tahun karena keadaan lingkungan. begitulah menurut hati itu sendiri, namun sekuat apapun hati sebesar apapun hati ia tak kan sanggup sungguh tak akan sanggup menahan sakit karena ia hanyalah hati yang kecil, namun meski ia kecil ia akan selalu menutupi sakit itu dengan kebesarannya dan atas izin tuhannya hati itu berhasil, berhasil memeluk rasa itu jadi meski sang hati menangis ia tetap senang karena ia telah memeluk sakit tadi ... 
jadii sekecil apapun hati kamu dan sebesar apapun kamu menutupi kecil itu hanya menikmati rasa sakit tersebut yang bisa dilakukan ...

Minggu, 22 Mei 2016

Sang Waktu

“Kenapa waktu tak punya belas kasih membiarkanku seperti ini, andai waktu terulang.” Ini cerita tentang waktu yang selalu menempati posisi disalahkan posisi dituduh dengan (tak punya belas kasihan). Saat malam datang menghujung di suatu bangunan berlantai dua, duduk seorang gadis yang memandang langit dengan wajah teduh ia melihat purnama dan bintang-bintang kala malam itu di dalam sepi itulah ia merasa sedih, sementara detik waktu berlanjut sang waktu terdiam melihat si gadis yang sedih padahal saat pagi gadis tadi terlihat ceria,detik waktu pun masih berlanjut, sang waktu menghela nafas panjang melihat si gadis dan menemaninya meski ia tahu si gadis tak akan tahu keberadaanya perlahan ia membuka suara meski ia tahu gadis itu tak kan pernah mendengarnya “Manusia, manusia ..”ia berbicara sendiri “patutkah kau sekarang bersedih,sedang kau melalui hari-hari nan bahagia, padahal ku senang melihat mu tertawa kau tahu manusia.. andai aku kuasa mengembalikan waktu kan ku kembalikan menuju masa bahagiamu agar tak melihat manusia sepertimu bersedih lagi.” Dan akhirnya sang waktu berlalu dengan setitik air mata yang jatuh ia telah banyak menjatuhkan air mata ia telah melewati banyak masa yang mana melihat pula banyak manusia bersedih sang waktu terus berlalu dan kita seolah berpikir bahwa ia tak peduli (tak punya belas kasih)

Senin, 02 Maret 2015

Sebuah serpihan yang rindu kata~


Kulihat surya yang semakin menjulang di udara~

kulihat awan bergumpal dilangit bertebaran

 Burung berkicauan..

rumput menari berlenggak lenggok dengan desis lagu angin yang memikat 
dapat kulihat semua itu..
  Namun??.. 
Hari-hari semakin layu, padahal setelah ku cari apakah rasa itu..

  Belum saja aku mengertinya ? Benar-benar tak seperti biasanya~
Kumenggali dalam-dalam pikiranku dan apakah ? siapakah ? yang membuat hariku layu dan semu 
  
 Apakah karena seorang penyemangat yang kini telah terhempas jauh ?

Minggu, 01 Maret 2015

Sesalku dan Asaku !


Memang kusadar ini semua salahku..
sikapku memnglah berubah!!
dan membuatmu berubah sebaliknya padaku..
boleh saja kau benci kepadaku
boleh kau lupakan aku !

   Jika nanti kau pergi..
dan aku perlahan mulai menghilang..
perlu kau mengerti dan ketahui ! Rasa ini ! Raga ini !
takkan pernah mengenal kata MELUPAKANMU !

   Aku takkan melupakan kisah cerita kita :')
saat kita merangkai mahkota dari rerumputan yang indah..
merasakan butiran hujan dan berteriak sekencang-kencangnya ! :')
Menerjang semua masalah yang menghadang !
camkan ! aku akan selalu mengingat dan terbayang setiap langkahmu~
sekalipun kau telah menghilang dari sejauh mata memandang :')