Laman

Rabu, 25 Mei 2016

Rindu yang tak berbalas



Ikatan, sebuah hal yang bersifat menghubungkan dan aspeknya menyeluruh.ini hanyalah sebuah cerita tentang ikatan cerita tentang sang matahari yang menunggu seseorang datang untuk menjemputnya.

Matahari terdiam sepi, sendu melihat awan yang berjalan beriringan bersama dan nampak bahagia sang matahari menghela nafas berharap atom-atom yang terdapat pada dirinya cepat habis dan akhirnya padam, matahari menghela nafas ia berharap sungguh berharap ia cepat mati.
Ia mengingat saat beberapa tahun yang lalu ia bertemu dengan seorang yang tiba-tiba datang dari kejauhan lalu mulai mendekat itu ialah bulan yang sedang mengalami fase gerhana sang matahri terpana karena ia melintas namun ia hanya diam sebuah hal yang amat disesalinya karena takdir melarangnya untuk berhubungan dengan sang bulan.
Sang matahari sangat merindukan sang bulan dalam setiap lewatnya dalam setiap inci bagian tubuh si bulan sungguh itu adalah cinta yang tulus dari sang matahari namun waktu bagi sang matahari masih sangat jauh dan matahari masih menunggu, dan menghitung setiap detik ia lewat untuk membakar setiap inci dari bagian tubuhnya berharap ia benar-benar mati agar tak tersiksa karena dirundung rindu
Setiap waktu mulai terlewati hingga akhirnya ia melewati fase dimana gerhana bertemu dan sungguh tuhan tahu rencana atas apa yang akan matahari lakuan sungguh ia tahu bahwa sang matahari akan melanggar takdirnya dan akan berbicara kepada sang bulan dan tuhan akan membiarkannya karena ia sungguh tahu bagian dari semua skenario.
Detik gerhana matahari total pun tiba, sang matahari benar melanggar janjinya menyatakan cintanya kepada sang bulan, menyatakan cintanya yang tulus namun apalah yang terjadi sang bulan hanya terpaut diam hanya diam saja dan berlalu dengan meninggalkan pertanyaan menggantung dari sang matahari dan sang matahari pun juga hanya terdiam bingung dan mulai berprasangka. sang awan yang  lewat melihat kejadian tadi hanya berkata.”ketahuilah matahari bahwasanya bulan itu mati, karena ia tak menghasilkan cahayanya sendiri ia mendapat cahaya dari sinarmu hai matahari percuma kau mengharapkannya karena ia mati.”sang matahari hanya bisa menangis tersedu-sedu.

Dan di kejauhan sang bulan pun juga menangis tersedu-sedu “sungguh maafkan aku matahari aku terikat janji dari tuhanku untuk hidup,sungguh aku tahu bahwa kau yang menghidupkanku dengan izin tuhanmu dan sinar darimu itu menghidupkanku dan menghangatkanmu,namun seperti yang kau lihat matahari. kita hanya bisa melepas rindu dengan tatapan muka kita saja”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar