Ikatan, sebuah hal
yang bersifat menghubungkan dan aspeknya menyeluruh.ini hanyalah sebuah cerita
tentang ikatan cerita tentang sang matahari yang menunggu seseorang datang
untuk menjemputnya.
Matahari terdiam
sepi, sendu melihat awan yang berjalan beriringan bersama dan nampak bahagia
sang matahari menghela nafas berharap atom-atom yang terdapat pada dirinya
cepat habis dan akhirnya padam, matahari menghela nafas ia berharap sungguh
berharap ia cepat mati.
Ia mengingat saat
beberapa tahun yang lalu ia bertemu dengan seorang yang tiba-tiba datang dari
kejauhan lalu mulai mendekat itu ialah bulan yang sedang mengalami fase gerhana
sang matahri terpana karena ia melintas namun ia hanya diam sebuah hal yang
amat disesalinya karena takdir melarangnya untuk berhubungan dengan sang bulan.
Sang matahari sangat
merindukan sang bulan dalam setiap lewatnya dalam setiap inci bagian tubuh si
bulan sungguh itu adalah cinta yang tulus dari sang matahari namun waktu bagi
sang matahari masih sangat jauh dan matahari masih menunggu, dan menghitung
setiap detik ia lewat untuk membakar setiap inci dari bagian tubuhnya berharap
ia benar-benar mati agar tak tersiksa karena dirundung rindu
Setiap waktu mulai
terlewati hingga akhirnya ia melewati fase dimana gerhana bertemu dan sungguh
tuhan tahu rencana atas apa yang akan matahari lakuan sungguh ia tahu bahwa
sang matahari akan melanggar takdirnya dan akan berbicara kepada sang bulan dan
tuhan akan membiarkannya karena ia sungguh tahu bagian dari semua skenario.
Detik gerhana
matahari total pun tiba, sang matahari benar melanggar janjinya menyatakan
cintanya kepada sang bulan, menyatakan cintanya yang tulus namun apalah yang
terjadi sang bulan hanya terpaut diam hanya diam saja dan berlalu dengan
meninggalkan pertanyaan menggantung dari sang matahari dan sang matahari pun
juga hanya terdiam bingung dan mulai berprasangka. sang awan yang lewat melihat kejadian tadi hanya berkata.”ketahuilah
matahari bahwasanya bulan itu mati, karena ia tak menghasilkan cahayanya
sendiri ia mendapat cahaya dari sinarmu hai matahari percuma kau
mengharapkannya karena ia mati.”sang matahari hanya bisa menangis tersedu-sedu.
Dan di kejauhan sang
bulan pun juga menangis tersedu-sedu “sungguh maafkan aku matahari aku terikat
janji dari tuhanku untuk hidup,sungguh aku tahu bahwa kau yang menghidupkanku
dengan izin tuhanmu dan sinar darimu itu menghidupkanku dan
menghangatkanmu,namun seperti yang kau lihat matahari. kita hanya bisa melepas rindu
dengan tatapan muka kita saja”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar