Laman

Kamis, 26 Mei 2016

Ruang dan waktu

Aku hanyasaja kalut saat berjumpa ruang denganmu
Ingin rasanya menyapamu tapi apalah dayaku ?
Cintaku yang dibatasi ruang dan waktu..
bolehkah berucap kata manis? boleh.. asal saat itu kau denganku saja.. 
namun? disaat berhadap dengan semua orang . aku.. kau.. hanya diam takberanjak 
hanya diam tak bergeming 
Apa yang harusnya kulakukan ?
entah ? memang hanya sebatas ruang dan waktu.
tapi itu terlalu sulit. itu terlalu angkuh jika kufikirkan, 
cukup sudah membuat sakit.
jika tuhan memperbolehkan..
wahai waktu? tolong percepat masa ini, aku selalu saja ingin sediri 
karena saat aku sendiri aku dapat berjumpa lagi dengannya 
dengannya yang selalu berada dalam bayang hatiku

Rabu, 25 Mei 2016

Rindu yang tak berbalas



Ikatan, sebuah hal yang bersifat menghubungkan dan aspeknya menyeluruh.ini hanyalah sebuah cerita tentang ikatan cerita tentang sang matahari yang menunggu seseorang datang untuk menjemputnya.

Matahari terdiam sepi, sendu melihat awan yang berjalan beriringan bersama dan nampak bahagia sang matahari menghela nafas berharap atom-atom yang terdapat pada dirinya cepat habis dan akhirnya padam, matahari menghela nafas ia berharap sungguh berharap ia cepat mati.
Ia mengingat saat beberapa tahun yang lalu ia bertemu dengan seorang yang tiba-tiba datang dari kejauhan lalu mulai mendekat itu ialah bulan yang sedang mengalami fase gerhana sang matahri terpana karena ia melintas namun ia hanya diam sebuah hal yang amat disesalinya karena takdir melarangnya untuk berhubungan dengan sang bulan.
Sang matahari sangat merindukan sang bulan dalam setiap lewatnya dalam setiap inci bagian tubuh si bulan sungguh itu adalah cinta yang tulus dari sang matahari namun waktu bagi sang matahari masih sangat jauh dan matahari masih menunggu, dan menghitung setiap detik ia lewat untuk membakar setiap inci dari bagian tubuhnya berharap ia benar-benar mati agar tak tersiksa karena dirundung rindu
Setiap waktu mulai terlewati hingga akhirnya ia melewati fase dimana gerhana bertemu dan sungguh tuhan tahu rencana atas apa yang akan matahari lakuan sungguh ia tahu bahwa sang matahari akan melanggar takdirnya dan akan berbicara kepada sang bulan dan tuhan akan membiarkannya karena ia sungguh tahu bagian dari semua skenario.
Detik gerhana matahari total pun tiba, sang matahari benar melanggar janjinya menyatakan cintanya kepada sang bulan, menyatakan cintanya yang tulus namun apalah yang terjadi sang bulan hanya terpaut diam hanya diam saja dan berlalu dengan meninggalkan pertanyaan menggantung dari sang matahari dan sang matahari pun juga hanya terdiam bingung dan mulai berprasangka. sang awan yang  lewat melihat kejadian tadi hanya berkata.”ketahuilah matahari bahwasanya bulan itu mati, karena ia tak menghasilkan cahayanya sendiri ia mendapat cahaya dari sinarmu hai matahari percuma kau mengharapkannya karena ia mati.”sang matahari hanya bisa menangis tersedu-sedu.

Dan di kejauhan sang bulan pun juga menangis tersedu-sedu “sungguh maafkan aku matahari aku terikat janji dari tuhanku untuk hidup,sungguh aku tahu bahwa kau yang menghidupkanku dengan izin tuhanmu dan sinar darimu itu menghidupkanku dan menghangatkanmu,namun seperti yang kau lihat matahari. kita hanya bisa melepas rindu dengan tatapan muka kita saja”.

Senin, 23 Mei 2016

Suara Hati


kau tahu, hati itu kecil sangatlah kecil, namun meski begitu sang hati tetap menjaga kebesarannya karena ia puncak dari segala PERASAAN yang dimiliki manusia, ia tak ingin membiarkan sang mata mengeluarkan air tak sekalipun, ada sebuah hati yang dimana ia selalu menjaga perasaan miliknya yang terlatih bertahun-tahun karena keadaan lingkungan. begitulah menurut hati itu sendiri, namun sekuat apapun hati sebesar apapun hati ia tak kan sanggup sungguh tak akan sanggup menahan sakit karena ia hanyalah hati yang kecil, namun meski ia kecil ia akan selalu menutupi sakit itu dengan kebesarannya dan atas izin tuhannya hati itu berhasil, berhasil memeluk rasa itu jadi meski sang hati menangis ia tetap senang karena ia telah memeluk sakit tadi ... 
jadii sekecil apapun hati kamu dan sebesar apapun kamu menutupi kecil itu hanya menikmati rasa sakit tersebut yang bisa dilakukan ...

Minggu, 22 Mei 2016

Sang Waktu

“Kenapa waktu tak punya belas kasih membiarkanku seperti ini, andai waktu terulang.” Ini cerita tentang waktu yang selalu menempati posisi disalahkan posisi dituduh dengan (tak punya belas kasihan). Saat malam datang menghujung di suatu bangunan berlantai dua, duduk seorang gadis yang memandang langit dengan wajah teduh ia melihat purnama dan bintang-bintang kala malam itu di dalam sepi itulah ia merasa sedih, sementara detik waktu berlanjut sang waktu terdiam melihat si gadis yang sedih padahal saat pagi gadis tadi terlihat ceria,detik waktu pun masih berlanjut, sang waktu menghela nafas panjang melihat si gadis dan menemaninya meski ia tahu si gadis tak akan tahu keberadaanya perlahan ia membuka suara meski ia tahu gadis itu tak kan pernah mendengarnya “Manusia, manusia ..”ia berbicara sendiri “patutkah kau sekarang bersedih,sedang kau melalui hari-hari nan bahagia, padahal ku senang melihat mu tertawa kau tahu manusia.. andai aku kuasa mengembalikan waktu kan ku kembalikan menuju masa bahagiamu agar tak melihat manusia sepertimu bersedih lagi.” Dan akhirnya sang waktu berlalu dengan setitik air mata yang jatuh ia telah banyak menjatuhkan air mata ia telah melewati banyak masa yang mana melihat pula banyak manusia bersedih sang waktu terus berlalu dan kita seolah berpikir bahwa ia tak peduli (tak punya belas kasih)